Pendampingan Pembelajaran Fisika dengan Alat Peraga Daur Ulang Terintegrasi Kearifan Lokal Rokan Hulu di SMA Negeri 1 Kepenuhan Hulu

Authors

  • Hamid Syahropi Universitas Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia
  • Azmi Asra Universitas Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia
  • Ika Daruwati Universitas Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia
  • Rindi Genesa Hatika Universitas Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia
  • Nurhikma Sasana Junaidi Universitas Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia
  • Sohibun Sohibun Universitas Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia
  • Ummatul Fadilah Universitas Pasir Pengaraian, Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35326/pkm.v10i1.7681

Keywords:

Alat Peraga, Kearifan Lokal, Pembelajaran Fisika

Abstract

Pembelajaran fisika di sekolah mitra masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama keterbatasan media pembelajaran yang mendukung kegiatan praktikum serta belum optimalnya pemanfaatan potensi lingkungan dan kearifan lokal sebagai sumber belajar. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran fisika cenderung bersifat teoritis, kurang kontekstual, dan berdampak pada rendahnya keterlibatan serta pemahaman siswa terhadap konsep fisika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi guru dan siswa dalam mengembangkan dan memanfaatkan alat peraga fisika berbahan daur ulang yang terintegrasi dengan kearifan lokal Rokan Hulu. Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran fisika di sekolah mitra adalah kurangnya ketersediaan alat peraga yang relevan dan rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan praktikum. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan, workshop, dan praktik langsung pembuatan alat peraga fisika sederhana yang mengangkat nilai-nilai lokal, seperti penggunaan bahan bekas dari lingkungan sekitar dan pengenalan budaya lokal dalam konteks sains. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep fisika siswa yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi aktif dalam praktikum, serta meningkatnya kemampuan guru dalam merancang dan memanfaatkan alat peraga fisika kontekstual berbahan daur ulang. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran guru dan siswa terhadap pemanfaatan limbah sebagai media pembelajaran yang bernilai edukatif dan ramah lingkungan. Kegiatan pendampingan ini diharapkan menjadi model pembelajaran yang inspiratif, kontekstual, dan berkelanjutan di daerah lain yang memiliki potensi lokal serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aikenhead, G. S., & Jegede, O. J. (1999). Cross-cultural science education: A cognitive explanation of a cultural phenomenon. Studies in Science Education, 34(1), 1–52. https://doi.org/10.1080/03057269908560148

Ainsworth, S. (2006). DeFT: A conceptual framework for considering learning with multiple representations. Learning and Instruction, 16(3), 183–198. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2006.03.001

Arends, R. I. (2012). Learning to teach (9th ed.). McGraw-Hill.

Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 5(1), 7–74. https://doi.org/10.1080/09500693.2012.660482

Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2018). Research methods in education (8th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315456539

Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. (2017). Panduan pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi (Edisi XI). Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Duit, R. (2007). Science education research internationally: Conceptions, research methods, domains of research. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 3(1), 3–15. https://doi.org/10.12973/ejmste/75375

Fartina, F., Harahap, N., & Siregar, N. (2022). Pengembangan alat peraga fisika sederhana berbahan bekas pakai pada materi gerak lurus. Kappa Journal, 6(2), 80–89. https://doi.org/10.29408/kj.v6i2.6000

Fitria, S., & Prayogi, S. (2023). Pemanfaatan bahan bekas sebagai alat peraga IPA ramah lingkungan. Jurnal Berdikari, 11(2), 234–245. https://doi.org/10.18196/berdikari.v11i2.17845

Hofstein, A., & Lunetta, V. N. (2003). The laboratory in science education: Foundations for the twenty-first century. Science Education, 88(1), 28–54. https://doi.org/10.1002/sce.10106

Jegede, O. J. (1995). Collateral learning and the eco-cultural paradigm in science and mathematics education in Africa. Studies in Science Education, 25(1), 97–137. https://doi.org/10.1080/0950069950170305

Karpudewan, M., Roth, W.-M., & Abdullah, M. N. S. B. (2015). Enhancing primary school students’ knowledge about global warming and environmental attitude using climate change activities. Cultural Studies of Science Education, 10(2), 405–432. https://doi.org/10.1007/s11422-014-9622-4

Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.

Lewin, K. M. (2000). Improving science education in developing countries: Issues and perspectives. Studies in Science Education, 35(1), 1–24. https://doi.org/10.1080/03057260008560149

McDermott, L. C. (2001). Physics education research: The key to student learning. American Journal of Physics, 69(11), 1127–1137. https://doi.org/10.1119/1.1371291

Millar, R. (2004). The role of practical work in the teaching and learning of science. University of York. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.1597.7926

Minner, D. D., Levy, A. J., & Century, J. (2010). Inquiry-based science instruction—What is it and does it matter? Results from a research synthesis years 1984 to 2002. Science Education, 94(5), 877–905. https://doi.org/10.1002/sce.20366

Musfah, J. (2011). Peningkatan kompetensi guru: Melalui pelatihan dan sumber belajar teori dan praktik. Prenada Media Group.

Qomariah, N., Asih, A. G., & Sari, D. P. (2022). Pelatihan pembuatan alat peraga fisika untuk Madrasah Aliyah (MA). Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1), 45–52. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i1.1230

Rahmawati, Y., & Taylor, P. C. (2018). Transforming science education through local wisdom: A case study of Indonesian teachers’ professional learning. International Journal of Science Education, 40(3), 285–306. https://doi.org/10.1080/09500693.2017.1420264

Sari, D. P., & Sunarno, W. (2020). Development of physics teaching aids based on recycled materials to improve students’ scientific process skills. Journal of Physics: Conference Series, 1567(1), 012067. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1567/1/012067

Subali, B., & Marianti, A. (2015). The development of science learning based on local wisdom to improve students’ scientific literacy. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 4(1), 15–22. https://doi.org/10.15294/jpii.v4i1.3503

Subekti, Y., & Ariswan, A. (2016). Pembelajaran fisika dengan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 2(2), 135–145. https://doi.org/10.21831/jipi.v2i2.10767

Tilbury, D. (1995). Environmental education for sustainability: Defining the new focus of environmental education in the 1990s. Environmental Education Research, 1(2), 195–212. https://doi.org/10.1080/1350462950010206

Zhang, H., & Zheng, Y. (2017). The use of recycled materials in science education to enhance students’ environmental awareness. International Journal of Science Education, 39(3), 345–362. https://doi.org/10.1080/09500693.2016.1274360

Zion, M., & Mendelovici, R. (2012). Moving from structured to open inquiry: Challenges and opportunities. Science Education International, 23(4), 383–399. https://doi.org/10.1080/09500693.2012.660482

Downloads

Published

2026-05-13