Main Article Content

Abstract

Kota dengan perkembangannya memiliki penataan ruang yang terencana maupun berkembang secara organik. Kawasan Kauman merupakan kampung para santri di masa lampau dan kini telah mengalami perubahan menjadi kawasan perdagangan dan jasa. Kawasan Kauman memiliki penataan ruang dengan kepadatan bangunan yang tinggi dan kurangnya vegetasi. Aktivitas perdagangan dan jasa di Kauman dengan iklim tropis Semarang membutuhkan penataan ruang yang baik secara kenyamanan thermal berdasar climate sensitive urban design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penataan ruang terhadap kenyamanan thermal kawasan di Kauman. Metode penelitian yaitu kuantitatif, untuk mengetahui pengaruh kedua variabel tersebut menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah penataan ruang kaitannya dengan geometri, orientasi, dan penataan vegetasi berpengaruh terhadap temperatur lingkungan di kawasan Kauman Semarang. Kawasan Kauman secara Temperature Humidity Index (THI) termasuk dalam kategori tidak nyaman. Penataan ruang direkomendasikan yaitu maksimal bangunan 2 lantai, menggunakan sunshading device pada bangunan dan koridor jalan, dan penataan vegetasi menggunakan pot dan vertical garden pada setiap bangunan supaya adanya pembayangan di koridor jalan.

Keywords

Penataan Ruang Kenyamanan Thermal Climate Sensitive Urban Design

Article Details

How to Cite
Pamurti, A. A., Rahman, R. A. P. A., & Prabowo, D. (2024). Pengaruh Penataan Ruang Terhadap Kenyamanan Thermal Kawasan Berdasar Climate Sensitive Urban Design di Kauman Semarang. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 10(2), 375–383. Retrieved from http://www.jurnal-umbuton.ac.id/index.php/Pencerah/article/view/4940

References

  1. Adityo, A. (2017). Peningkatan Kenyamanan Termal Koridor Jalan Melalui Desain Tata Vegetasi Berbasis Simulasi, Studi kasus : jalan Supadi, Kotabaru, Yogyakarta. Jurnal Arsitektur KOMPOSISI, 10(1), 159. https://doi.org/10.24002/jars.v11i3.1189
  2. Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
  3. Budiarti, Tati, N. N. (2014). Pengaruh Tata Hijau Terhadap Suhu Dan Kelembaban Relatif Udara, Pada Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong. 6(2).
  4. Iek, Y., Sangkertadi, & Moniaga, I. L. (2014). Kepadatan Bangunan Dan Karakteristik Iklim Mikro Kecamatan Wenang Kota Manado. Sabua, 6(3), 286–292.
  5. Isnoor, K., Bramandika Putra, A., & Aristya Firmantari, M. (2021). Analisis Kenyamanan Termal Berdasarkan Temperature Humidity Index dan Pengaruhnya Terhadap Curah Hujan di Kota Tanjungpinang. Buletin GAW Bariri, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.31172/bgb.v2i1.32
  6. Koerniawan, M. D. (2017). the Climate Sensitive Design in Hot-Humid Urban Design. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment), 44(2), 137–142. https://doi.org/10.9744/dimensi.44.2.137-142
  7. Kurniati, R., Kurniawati, W., Dewi, D. I. K., & Islamey, T. Z. (2020). Climate Sensitive Urban Design pada Kawasan Pecinan Kota Semarang. Tataloka, 22(4), 663–675. https://doi.org/10.14710/tataloka.22.4.663-675
  8. Mahuling, J., Kumurur, V. A., & Wuisang, C. (2017). Analisis Kenyamanan Termal Ruang Luar Di Kawasan Kampus Unsrat. Daseng: Jurnal Arsitektur, 6(1), 59–70. https://www.neliti.com/publications/66112/analisis-kenyamanan-termal-ruang-luar-di-kawasan-kampus-unsrat
  9. Maulida, I., Rauzi, E. N., & Ariatsyah, A. (2022). Evaluasi Fungsi Vegetasi dan Pengaruhnya terhadap Kenyamanan Termal Taman Tepi Sungai Krueng Aceh (Studi Kasus: Gampong Keudah). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Dan Perencanaan, 6(2), 27–33.
  10. Nicolaus, M., Kartika, Y., Hasyim, A. W., & Parlindungan, J. (2023). ( Studi Kasus : Kecamatan Bubutan , Kota Surabaya ) Pemanasan global merupakan peningkatan Termal Pada Ruang Terbuka Publik ( Studi Kasus : 12(0341).
  11. Padilah, T. N., & Adam, R. I. (2019). Analisis Regresi Linier Berganda Dalam Estimasi Produktivitas Tanaman Padi Di Kabupaten Karawang. FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika, 5(2), 117. https://doi.org/10.24853/fbc.5.2.117-128
  12. Prianto, E., & Setyowati, E. (2014). Evaluasi Termal Ruang Luar Desa Wisata Dieng Wonosobo. Jurnal PPKM II, 115–122.
  13. Roza, A., & Suri, S. A. (2020). Analisis Kenyamanan Klimatik, Fisik Dan Visual Di Jalur Pedestrian Kota Padang (Studi Kasus: Jalan Ratulangi – Jalan Permindo). Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil, 17(2), 192–201. https://doi.org/10.30630/jirs.12.2.396
  14. Sangkertadi, S. (2012). Pengaruh Kecepatan Angin terhadap Tingkat Kenyamanan Termal di Ruang Luar Iklim Tropis. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 1(2), 1–9.
  15. Santoso, S., Lestari, S., & Samiyarsih, S. (2012). Inventaris Tanaman Peneduh Penerjab Timbal Di Purwokerto. Prosiding Seminar Nasional, 3(1), 978–979. http://jurnal.lppm.unsoed.ac.id/ojs/index.php/Prosiding/article/download/250
  16. Simamora, J., & Andrie Gusti Ari Sarjono. (2022). Urgensi Regulasi Penataan Ruang Dalam Rangka Perwujudan Pembangunan Berkelanjutan. Nommensen Journal of Legal Opinion, 03, 59–73. https://doi.org/10.51622/njlo.v3i1.611
  17. Sumahdumin, D. (2001). Memahami Penataan Ruang Wilayah Propinsi dan Kabupaten Kota dalam Rangka Otonomi Daerah. Mimbar, XVII(2), 119–138.
  18. Suyono, B., & Prianto, E. (2019). Kajian Sensasi Kenyamanan Termal Dan Konsumsi Energi. Kajian Sensasi Kenyamanan Termal Dan Konsumsi Energ, 17(2), 17–25.
  19. Syahfitri, W. I. T., Nabilah, F., Puspita, A., & Indah, S. (2015). Orientasi Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal pada Rumah Susun Leuw igajah Cimahi. Jurnal Reka Karsa, 3(1), 1–12.
  20. Yuliana, K., & Rina, K. (2013). Upaya Pelestarian Kampung Kauman Semarang Sebagai Kawasan Wisata Budaya. 2(2), 208–222.