Main Article Content

Abstract

Festival Wisata Budaya Internasional 2023 di Kalimantan Selatan merupakan upaya paradiplomasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di kancah internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas festival tersebut dalam mempromosikan kebudayaan Kalimantan Selatan di kancah internasional dan dampaknya terhadap pelestarian kebudayaan lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa festival tersebut berhasil mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat asing serta berdampak positif terhadap pelestarian budaya lokal. Festival ini juga menghasilkan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dengan delegasi asing perwakilan negara peserta di bidang pariwisata dan kebudayaan. Sehingga dengan adanya Festival ini, upaya pemerintah daerah dalam menarik minat wisatawan asing melalui paradiplomasi dapat berdampak pada jumlah wisatawan asing di Kalimantan Selatan. Selain itu, dengan adanya kesepakatan bersama yang dihasilkan dalam festival ini diharapkan dapat membuka kesempatan kerja sama yang lebih lanjut baik itu pertukaran budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan investasi.

Keywords

Festival Budaya Kalimantan Selatan Paradiplomasi Wisatawan Asing

Article Details

How to Cite
Diva, M., Abdul Azis, M., & Mutiara Deniar, S. (2024). Festival Wisata Budaya Internasional 2023 Sebagai Paradiplomasi dan Upaya Pelestarian Budaya Lokal Oleh Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 10(2), 393–407. Retrieved from http://www.jurnal-umbuton.ac.id/index.php/Pencerah/article/view/4916

References

  1. Akil, S. A., & Kusumawardhana, I. (2021). Diplomasi budaya pemerintah provinsi kalimantan selatan dalam festival banjar 2018-2019. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 20(1). https://doi.org/10.32509/wacana.v20i1.1280
  2. Antaranews. (2024). Dispar Kalsel: Geopark Meratus sudah siap dinilai UNESCO. https://www.antaranews.com/berita/3925035/dispar-kalsel-geopark-meratus-sudah-siap-dinilai-unesco
  3. Arbayati. (2018). Budaya Mendulang Intan Di Kalangan Masyarakat Cempaka Kota Banjarbaru.
  4. Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan. (2022). Jumlah Kunjungan Wisata di Kalimantan Selatan per Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan. https://data.kalselprov.go.id/dataset/data/1019
  5. DISKOMINFO Provinsi Kalimantan Selatan. (2023). Festival Wisata Budaya Internasional Akan Meriahkan Harjad Ke-73 Provinsi Kalsel. Media Center: Portal Berita Kalimantan Selatan. https://diskominfomc.kalselprov.go.id/2023/08/09/festival-wisata-budaya-internasional-akan-meriahkan-harjad-ke-73-provinsi-kalsel/
  6. Fathun, L. M. (2016). Paradiplomasi Menuju Kota Dunia: Studi Kasus Pemerintah Kota Makassar. Indonesian Perspective, 1(1), 75–94. https://doi.org/https://doi.org/10.21456/vol%25viss%25ipp%25p
  7. Harda, N., & Iwang, B. (2023). DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN SEKTOR PARIWISATA (Studi Kasus Kabupaten Gowa). ICOR: Journal of Regional Economics, 4(1), 40–55.
  8. Hardani, Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., Fardani, R. A., Sukmana, D. J., & Auliya, N. H. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (H. Abadi, Ed.; 1st ed.). Pustaka Ilmu. https://www.researchgate.net/publication/340021548
  9. La Tarifu. (2022). Promosi Pariwisata Internasional Wakatobi : Suatu Strategi Pemerintah Daerah. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(1), 155–165. https://doi.org/10.52423/neores.v4i1.55
  10. Leksono, A. S., Setyowati, E., & Hakim, A. (2017). Potensi dan Strategi Pengembangan Wisata di Sintang. In Proceeding ISS (pp. 71–76).
  11. Mardiah, Adha, R., & Kurniawan. (2019). Strategi Promosi Pariwisata Di Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (Studi Kasus Promosi Pariwisata Pasca Gempa Bumi di Pulau Lombok Tahun 2018). JIAP (Jurnal Ilmu Administrasi Publik), 7(1), 25. https://doi.org/10.31764/jiap.v7i1.773
  12. Martono, S. (2023). Ragam Budaya Desa Jati Pasar sebagai Aset Menuju Destinasi Wisata yang Berbasis Budaya. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 9(2), 559. https://doi.org/10.32884/ideas.v9i2.1337
  13. Mukti, T. A. (2013). Paradiplomacy Kerjasama Luar Negeri Oleh Pemda di Indonesia (Issue June). https://www.researchgate.net/publication/342122523_paradiplomacy_kerjasama_luar_negeri_oleh_pemda_di_indonesia
  14. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. (2017). Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tentang Penyelenggaraan Pendidikan (PERDA Nomor 3 Pasal 40 dan 42 Tahun 2017).
  15. Radio Suara Banjar. (2023). Kabupaten Banjar Miliki Tiga Budaya Asli Masuk WBTB Indonesia. https://rsb.banjarkab.go.id/kabupaten-banjar-miliki-tiga-budaya-asli-masuk-wbtb-indonesia/
  16. Rahmatillah, T. P., Insyan, O., Nurafifah, N., & Hirsan, F. P. (2019). Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Wisata Alam & Budaya Sebagai Media Promosi Desa Sangiang. In Agustus (Vol. 4, Issue 2).
  17. Reportase Kalimantan. (2022). Melestarikan Budaya Sungai Dengan Lomba Jukung Tradisional Gubernur Cup. https://reportasekalimantan.com/2022/05/16/melestarikan-budaya-sungai-dengan-lomba-jukung-tradisional-gubernur-cup/
  18. Setiaji, H. (2021). Pak Jokowi Benar, Sudah Saatnya PPKM Dilonggarkan... CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210824112112-4-270745/pak-jokowi-benar-sudah-saatnya-ppkm-dilonggarkan
  19. Tjiptono, F. (2015). Pelanggan Puas ? Tidak Cukup! Plus: Contoh Spesifik Riset Kepuasan dan Ketidakpuasan Pelanggan, Strategi Mewujudkan Kepuasan Pelanggan. Dan saya.
  20. Wijaya, K. H., & Kwanda, T. (2019). Galeri “Pasar Terapung” di Banjarmasin. In Jurnal Edimensi Arsitektur: Vols. VII, No.2