Perkembangan Dan Produksi Tanaman Kakao Dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Di Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara

Authors

  • Muhammad Shadik Universitas Andi Djemma
  • Annas Boceng Universitas Andi Djemma
  • Suryanto Universitas Andi Djemma
  • Taruna Shafa Arzam AR Universitas Andi Djemma

DOI:

https://doi.org/10.35326/agribisnis.v9i2.7744

Abstract

Tanaman kakao memiliki peranan strategis sebagai sumber devisa negara sekaligus peningkatan pendapatan petani di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kecamatan Watunohu menjadi salah satu sentra utama produksi dengan luas areal mencapai 79.000 hektar dan produktivitas rata-rata 1 ton biji kering per hektar per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kakao serta kontribusinya terhadap pendapatan petani di Kecamatan Watunohu. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2025 dengan melibatkan 41 responden petani kakao yang dipilih melalui metode proportionated stratified random sampling. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji F, uji t, serta uji Durbin-Watson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pupuk, modal, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kakao dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,848. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berkontribusi signifikan (sig = 0,000 < 0,05) terhadap pendapatan petani, sedangkan secara parsial masing-masing faktor juga menunjukkan pengaruh positif. Variabel tenaga kerja merupakan faktor dominan yang memengaruhi pendapatan, menandakan pentingnya efisiensi dan ketersediaan tenaga kerja dalam kegiatan usahatani kakao. Kesimpulannya, pengelolaan input produksi secara optimal, terutama tenaga kerja, sangat menentukan produktivitas dan kesejahteraan petani kakao di Kecamatan Watunohu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kolaka Utara. (2023). Kabupaten Kolaka Utara dalam Angka 2023. Lasusua: BPS Kolaka Utara. Retrieved from https://kolutkab.bps.go.id

Ditjenbun. (2008). Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional (p.26). Bahan Presentasi Dirjenbun Pada Bulan Nopember 2008 di hadapan Tim Itjen Deptan. 26p.

Effendy P.M.F, Rauf R.A, Antara M, Basir-Cyio M, and Mahfudz M. (2019). Factors Influencing The Efficiency of Cocoa Farms: A Study to Increase Inccome in Rural Indonesia. Plos One, 14(4).

Firdausil AB, Nasriati, dan A. Yani. (2008). Teknologi Budidaya Kakao. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta. 26p.

Food and Agriculture Organization (FAO). (2021). The State of Agricultural Commodity Markets 2021: Agricultural markets and sustainable development. Rome: FAO. ICCO. (2020). Quarterly Bulletin of Cocoa Statistics. London: International Cocoa Organization.

Hasibuan, AM, Nurmalina, R dan Wahyudi, A. (2012). Analisis Kinerja Dan Daya Saing Perdagangan Biji Kakao Dan Produk Kakao Olahan Indonesia Di Pasar Internasional. Bulletin Ristri, 3(1): 57-70.

Herdhiansyah D dan Asriani D. (2018). Strategi Pengembangan Agroindustri Komoditas Kako di Kabupaten Kolaka-Sulawesi Tenggara. Jurnal Agroind, 4: 30-41.

Hidayanto, M., Supiandi, S., S.Yahya dan LI Amien. (2009). Analisis keberlanjutan perkebunan kakao rakyat di Kawasan perbatasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Agro Ekonomi. Vol 27 No 2. 213-229.

Karmawati, E., Z. Mahmud, M., Syakir., S.J. Munarso dan Rubiyo. (2012). Budidaya dan Pascapanen Kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Konam, J., Y. Namaliu, R. Daniel, dan D. Guest. (2009). Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu untuk Produksi Kakao Berkelanjutan. Panduan Pelatihan Untuk Petani dan Penyuluh. 36p.

Kusumawati E, Suntoro S, Darmawan A.A. (2025). Penting Tata Guna Lahan Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Berkelanjutan: Systematic Literature Review. Jurnal Pertanian Agros Vol. 27 No.2: 289 – 297

Listyati, D, A. Wahyudi dan A.M Hasibuan. (2014). Penguatan Kelembagaan Untuk Peningkatan Posisi Tawar Petani Dalam Sistem Pemasaran Kakao. Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar. J. TIDP 1(1), 15-28.

Massusungan, A. A. (2013). Sertifikasi Kakao berkelanjutan. Indonesian Cocoa Workshop 2013 (p. 40). Jakarta: Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Mulato S. (2005). Pengolahan Produk Primer dan Sekunder Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Jember.

Mulyono D. (2016). Harmonisasi Kebijakan Hulu-Hilir Dalam Pengembangan Budidaya dan Industri Pengolahan Kakao Nasional. Jurnal Ekonomi Kebijakan Publik. 7:185-200.

Nurhadi E, Hidayat S.I, Indah P.N, dan Widayanti S. (2019). Keberlanjutan Komoditas Kakao sebagai Produk Unggulan Agroindustri dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani. Agriekonomika, 8(1): 51-61.

Puslitkoka. 2006). Panduan Lengkap Budidaya Kakao (Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis). Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. PT. Agromedia Pustaka.

Rubiyo dan Siswanto. (2012). Peningkatan produksi dan pengembangan kakao (Theobroma cacaoL.) di Indonesia. Buletin RISTRI Vol. 3(1): 33-48.

Sulistyowati, R., Nurrochmat, D. R., & Darusman, D. (2019). Contribution of cocoa farming to household income and welfare of smallholder farmers in Sulawesi, Indonesia. Journal of Socioeconomics and Development, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.31328/jsed.v2i1.772

Sulistyowati, L., Nurmalina, R., & Suharno, S. (2019). Kontribusi Usahatani Kakao terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Sulawesi. Jurnal Manajemen & Agribisnis, 16(2), 123–134.

Wahyudi, A., & Misnawi, M. (2010). Teknologi Budidaya dan Pascapanen Kakao. Bogor: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Muhammad Shadik, Annas Boceng, Suryanto, & Arzam AR, T. S. (2025). Perkembangan Dan Produksi Tanaman Kakao Dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Di Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara. Media Agribisnis, 9(2), 176–193. https://doi.org/10.35326/agribisnis.v9i2.7744

Issue

Section

Articles