Karakteristik Produsen Benih Padi Bersertifikat Dan Pangsa Pasar Di Wilayah Banyuwangi

Authors

  • Imama Nurus Izaati Universitas Muhammadiyah Jember
  • Iid Mufaidah Universitas Muhammadiyah Jember
  • Azwar Annas Universitas Muhammadiyah Jember
  • Siti Fariha Universitas Muhammadiyah Jember
  • Riska Ayu Amelia Fariha Universitas Muhammadiyah Jember

Abstract

Peningkatan produksi pangan domestik menjadi upaya dalam pemenuhan pangan dan gizi masyarakat. Salah satu faktor yang mendukung tercapainya peningkatan produksi pangan adalah penggunaan benih bermutu. Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil benih padi yang diproduksi oleh 11 unit produsen benih. Terdapat 31 varietas benih padi yang dikembangkan oleh produsen benih di Kabupaten ini. Produsen benih padi bersertifikta ini memiliki karakteristik dan kekuatan dalam memperoleh pangsa pasar yang berbeda-beda. Volume produksi dan tingkat penjualan setiap produsen akan menentukan konsentrasi pasar di wilayah Banyuwangi. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan market share. Hasil analisis statistik deskriptif, karakteristik produsen benih dikelompokkan berdasarkan bentuk unit usaha, volume produksi dan penjualan, serta kelas benih yang diproduksi. Sementara berdasarkan analisis pangsa pasar diperoleh hasil UD Sari Makmur sebagai produsen dengan pangsa pasar terbesar di wilayah Banyuwangi dengan nilai 44%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif, S., Isdijoso, W., Fatah, A. R., & Tamyis, A. R. (2020). Tinjauan Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi di Indonesia: Informasi Terkini 2019-2020. In The SMERU Research Institute.

Arimbawa, P. D., & Widanta, A. . B. P. (2017). Pengaruh Luas Lahan, Teknologi dan Pelatihan Terhadap Pendapatan Petani Padi dengan Produktivitas sebagai Variabel Intervening di Kecamatan Mengwi. Arimbawa, Dika Putu, 6, 1601–1627.

Chaireni, R., Agustanto, D., Wahyu, R. A., & Nainggolan, P. (2020). Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Jurnal Kependudukan Dan Pembangunan Lingkungan, 1(2), 70–79.

Izaati, I. N. (2017). Analisis Struktur Pasar Benih Padi Di Kabupaten Banyuwangi. Universitas Brawijaya. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/132043/

Kazemzadeh, E., & Sheikh, Z. (2015). Sales concentration index in the Iranian car market. Industrija, 43(4), 129–149. https://doi.org/10.5937/industrija43-8616

Miyasto. (2014). Strategi Ketahanan Pangan Nasional guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing Ekonomi dalam Rangka Ketahanan Nasional. Jurnal Kajian Lemhannas RI, 1(17), 17–34. https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/151

Murshid, R. A., Ekowati, T., & Santoso, S. I. (2019). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Pembelian Benih Padi Varietas Ciherang pada Petani di Kabupaten Sragen. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 3(4), 767–776. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.04.12

Nendissa, D. R., Anindita, R., Hanani, N., & Muhaimin, A. W. (2018). Dynamics of Degree of Beef Cattle Market Concentration in Kupang of East Nusa Tenggara, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 78(6), 379–384. https://doi.org/10.18551/rjoas.2018-06.44

Raditya, R., Asriani, P. S., & Sriyoto. (2015). Comparison analysis of paddy farming between certified seeds and non-certified seeds users in Kemumu Village Arma Jaya Subdistrict Bengkulu Utara Regency. Agrisep, 15(2), 177–186. https://ejournal.unib.ac.id/agrisep/article/view/780

Ratya Anindita, N. B. (2017). Pemasaran Produk Pertanian. Andi.

S, J. A. N. E. S. B. E. R. T. H. Y. A. L. F. O. N. (2007). Benih untuk ketahanan pangan. Benih Untuk Ketahanan Pangan, 439–452.

Safei, A. M., Amanah, S., & Fatchiya, A. (2021). Kapasitas Petani Penangkar Benih Padi di Kabupaten Majalengka: Peran Penyuluhan dan Kelompok Tani. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 258–273. https://doi.org/10.25015/17202135543

Safitri, D. A. (2015). Analisis Struktur, Perilaku, dan Kinerja Pasar Benih Padi di Kabupaten Mojokerto. Universitas Brawijaya. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/130528/

Salim, N., & Rahmadhani, S. (2024). Pengaruh Modal Usaha, Lama Usaha Dan Lokasi Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah. Among Makarti, 17(1), 111. https://doi.org/10.52353/ama.v17i1.634

Sayaka, B. (2015). Sistem Perbenihan Padi dan Karakteristik Produsen Benih Padi di Jawa Timur. Analisis Kebijakan Pertanian, 13(2), 185–202. 10.21082/akp.v13n2.2015.185-202

Sayaka, B., Dabukke, F. B. M., & Suharyono, S. (2020). Membangun Kemandirian Industri Benih Padi Nasional. Jurnal Ekonomi Indonesia, 9(3), 189–207. https://doi.org/10.52813/jei.v9i3.65

Sidarta, Abdul Rasyid, dan A. S. (2023). Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis. Prenada Media.

Siregar, M. (2016). Pembinaan Sistem Perbenihan Terpadu: Kasus Komoditas Kedelai. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 17(1), 14. https://doi.org/10.21082/fae.v17n1.1999.14-26

Sophia, S., Tukidi, T., & Laksono, B. J. (2024). Analisis Strategi Pemasaran Benih Padi Unggul Bersertifikat Di Provinsi Jambi. JAS (Jurnal Agri Sains), 8(2), 275–286. https://doi.org/10.36355/jas.v8i2.1627

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV. Alfabeta.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Izaati, I. N., Mufaidah, I., Annas, A., Fariha, S., & Fariha, R. A. A. (2025). Karakteristik Produsen Benih Padi Bersertifikat Dan Pangsa Pasar Di Wilayah Banyuwangi. Media Agribisnis, 9(2), 96–105. Retrieved from http://www.jurnal-umbuton.ac.id/index.php/Agribisnis/article/view/7240

Issue

Section

Articles